Powered By Blogger

Senin, 06 Juli 2015

Tugas Soft Skill Bahasa Inggris

Be The Light Song Lyrics
Just the thought of another day
How did we end up this way
What did we do wrong?
God

Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close

Always weighing on my shoulder
A time like no other
It all changed on that day
Sadness and so much pain

You can touch the sorrow here
I don't know what to blame
I just watch and watch again
O...

Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close

Even though the days go on
So far, so far away from
It seems so close

What did it leave behind?
What did it take from us and wash away?
It may be long
But with our hearts start a new
And keep it up and not give up
With our heads held high

You have seen hell and made it back again
How to forget? We can't forget
The lives that were lost along the way
And then you realize that wherever you go
There you are
Time won't stop
So we keep moving on

Yesterday's night turns to light
Tomorrow's night returns to light
O... Be the light

Always weighing on my shoulder
A time like no other
It all changed on that day
Sadness and so much pain

Anyone can close their eyes
Pretend that nothing is wrong
Open your eyes
And look for light
O...

What did it leave behind?
What did it take from us and wash away?
It may be long
But with our hearts start a new
And keep it up and not give up
With our heads held high

Yeah, yeah...

You have seen hell and made it back again
How to forget? We can’t forget
The lives that were lost along the way
And then you realize that wherever you go
There you are
Time won't stop
So we keep moving on

Yesterday's night turns to light
Tomorrow's night returns to light
O... Be the light

Some days just pass by and
Some days are unforgettable
We can't choose the reason why
But we can choose what to do from the day after
So with that hope, with that determination
Let's make tomorrow a brighter and better day


The Meaning of Be The Light by One Ok Rock
       This song was made to commemorate Tsunami disaster that occurred in Japan in March, 2011.Even the music video was realesed on 11 March 2013, exactly two years after the Tsunami happened.The song itself perhaps made to engage the people to rise from the adversity and move on for a better life .

LifePlan
       My life plan for 5-10 years are pursuing my magister's degree in England or NZ or anywhere is fine as long as i capable for it,  having my own happy family as a mother and housewife while managing my own Cafe and Resto with my bestfriends and support my parents both mentally and financially to go to Mecca to perform hajj .

Kamis, 30 April 2015

Tugas Soft Skill Bahasa Inggris



    The Maze Runner is the first book of The Maze Runner Trilogy written by James Dashner.The Maze Runner is a story about a group of teenage boys that have no memories whatsoever  that trapped in a huge maze and surrounded by an unknown creatures named  Grievers.In this book James Dashner is really epic in describing the circumstance and the organizing among the Gladers. Glader is a nickname for everyone in that group .
    Basically the book itself is centered on how the Gladers make a try to escape from the Glade (the place where the Gladers lived in) through the maze  . The attempt is not an easy task since the maze is always fluctuated day by day . One day ,another new Glader that sent by the creator (people behind The Maze and The Glade)named Thomas came and everything is started changing the moment he showed up.From the unusual time of food delivery up to the arrival of the last Glader ever which is a girl . The said girl named Teresa is the last Glader that the Creator ever sent and she knows Thomas .

    Indeed the book about a dystopian world is not a new thing but the thought to make a living trapped in a maze is new from my opinion .Indeed this book is really interesting but  behind the interesting idea of making a new story about a  dystopian world ,i think James Dashner is not fully success in describe the story .As i read the book ,i don't really get what is the Grievers look like because the lacking explanation about the creatures itself ,how was Thomas and Teresa really did before they came to the Glade whether they are actually a protagonist or antagonist but most of all for me this first series of The maze Runner Trilogy is a really good book ,it is thrilling ,interesting and really imaginative and also this book is a must read book .

Selasa, 24 Maret 2015

TUGAS SOFT SKILL BAHASA INGGRIS



Nutella  is the brand name of an Italian sweetened hazelnut chocolate spread. Manufactured by the Italian company Ferrero, it was introduced to the market in 1964. Nutella is a healthy companion for breakfast ,it was made from high quality ingredients.Such as ,hazelnut ,skim milk and fat-reduce cocoa powder . 
Nutella has been successfully make their consumers believe that this is a healthy and nutricious jar. Whereas in fact ,they never really stated that the Nutella is a healthy and nutricious jar itself. Ferrero the maker of this super delicious hazelnut chocolate spread is marketing their chocolate spread as delicious side dish for breakfast that balance with the real breakfast by make a pair of  Nutella picture with the real breakfast itself .


Rabu, 03 Desember 2014

TUGAS EKONOMI INTERNASIONAL

Nama :Karima Kaulani
NPM : 18211427
Kelas : 4EA12

1. Terangkan pengaruh pemberlakuan tarif terhadap Term of Trade (ToT) dan apa kaitannya dengan ekonomi negara tersebut.


Jawaban :
Pengaruh pemberlakuan tarif terhadap Term of Trade (ToT) :
1.Terjadinya penurunan terhadap impor karena harga barang menjadi lebih mahal.
2.Mendistribusikan pendapatan dari konsumen domestik ke produsen domestik.
3.Mendistribusikan pendapatan dari sektor ekonomi yang sumber dayanya melimpah ke sektor lain yang sumber dayanya kurang kompetitif.


Dampak negatif berupa production distortion lost, tarif menyebabkan produsen domestik memproduksi terlalu banyak barang sehingga tidak semuanya dijual dengan harga yang menguntungkan.
Kaitannya dengan ekonomi negara tersebut :
Pemberlakuan tarif oleh pemerintah negara besar yang bersangkutan akan menurunkan volume perdagangannya, namun dalam waktu bersamaan juga akan meningkatkan nilai tukar perdagangannya (Term of Trade). Selanjutnya tingkat kesejahteraan secara keseluruhan akan dapat meningkat, menurun atau konstan, tergantung mana yang lebih unggul antara dampak negatif dari penurunan volume perdagangan atau dampak positif yang bersumber dari peningkatan nilai tukar perdagangannya.




2. Apa yang dimaksud dengan tarif optimal dan bagaimana cara menentukannya?


Jawaban :
Tarif optimal adalah tingkat tarif yang dapat memaksimalkan mafaat netto yang bersumber dari perbaikan nilai tukar perdagangan sehingga dapat melunturkan dampak negatif yang diakibatkan oleh berkurangnya volume perdagangan.

Cara menentukannya :
Negara besar beranjak dari perdagangan bebas dan memberlakukan tarif, maka sampai batas tertentu, kesejahteraannya akan meningkat hingga ketitik maksimal. Pada titik itulah tarifnya disebut tarif optimal.
Negara – negara yang menjadi mitra perdagangan akan ikut menerapkan tarif sampai ketitik optimal demi membela kepentingan mereka sendiri.


3. Terangkan suatu subsidi di suatu negara terhadap negara lain.

Jawaban :
Kebijakan subsidi biasanya diberikan untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus ke arah perang subsidi. Hal ini karena, semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.


4. Terangkan mengapa migrasi juga dapat menurunkan tingkat kemakmuran pekerja yang bermigrasi meskipun upah yang diterima lebih tinggi.


Jawaban :
Karena orang yang bermigrasi belum tentu mendapat kesejahteraan hidup yang sama meskipun upah tinggi tetapi biaya hidupnya juga tinggi sehingga kesejahteraan hidup belum tentu terjamin.


5. Terangkan apa pengaruhnya terhadap nilai tukar rupiah jika:
a.Permintaan ekspor naik
b.Tingkat bunga negara asing naik
c.Berkurangnya pembayaran hutang luar negeri


Jawaban :
a.Pengaruh terhadap nilai rupiah jika ekspor naik adalah ekspor didalam negeri akan mengalami kenaikkan karena nilai tukar rupiah melemah.
b.Jika tingkat suku bunga negara asing naik maka rupiah akan menurun nilai tukarnya.
c.Dengan berkurangnya hutang luar negeri maka rupiah akan menguat nilai tukarnya.


6. Jika suatu negara untuk mempertahankan atau meningkatkan ekspor dengan cara intervensi nilai tukar menjadi lebih rendah (terdepresiasi). Jelaskan pengaruhnya terhadap inflasi dan jika ada bagaimana langkah preventif yang dilakukan pemerintah.
Jawaban :
Jika suatu negara menurun nilai tukar uangnya maka inflasi dari negara tersebut akan meningkat karena harga barang-barang impor akan naik dan harganya akan melonjak, tindakan preventif adalah dengan cara menaikkan tingkat suku bunga agar uang masyarakat lebih terkontrol.

Kamis, 12 Juni 2014

Tugas Softskill 3

Ikhtisar


Sampah

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan.Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
 
Sampah terdiri dari dua bagian yaitu sampah organik dan sampah anorganik. sampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.Sedangkan  Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.

Dampak Sampah bagi Manusia dan Lingkungan

 1. Dampak bagi kesehatan
 Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.Seperti diare kolera demam berdarah tifus dan lainnya .
 2. Dampak Terhadap Lingkungan
 Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
 3. Dampak terhadap keadaan social dan ekonomi
 Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

.Usaha Pengendalian Sampah

 Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru. Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan.
 Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah.  Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator.

Peran Pemerintah dalam Menangani Sampah

 Dari perkembangan kehidupan masyarakat dapat disimpulkan bahwa penanganan masalah sampah tidak dapat semata-mata ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemerintah Kabupaten/Kota). Pada tingkat perkembangan kehidupan masyarakat dewasa ini memerlukan pergeseran pendekatan ke pendekatan sumber dan perubahan paradigma yang pada gilirannya memerlukan adanya campur tangan dari Pemerintah. Pengelolaan sampah meliputi kegiatan pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pemanfaatan, pengangkutan, pengolahan. Berangkat dari pengertian pengelolaan sampah dapat disimpulkan adanya dua aspek, yaitu penetapan kebijakan (beleid, policy) pengelolaan sampah, dan pelaksanaan pengelolaan sampah.

Kompos, Alternatif Problem Sampah

Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Pengomposan dapat mengendalikan bahaya pencemaran yang mungkin terjadi dan menghasilkan keuntungan. Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa bahan tambahan. Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa bahan tambahan. Bahan tambahan yang biasa digunakan Activator Kompos seperti Green Phoskko Organic Decomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism)atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost). Keunggulan dari proses pengomposan antara lain teknologinya yang sederhana, biaya penanganan yang relatif rendah, serta dapat menangani sampah dalam jumlah yang banyak (tergantung luasan lahan). Bahan baku pengomposan adalah semua material organik yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian

Selasa, 10 Juni 2014

TUGAS SOFTSKILL

Tugas Softskill

Contoh Artikel Non fiksi dan Sistematik Penulisan Kerangka Karangannya

Kerangka Karangan adalah rencana umum dari materi yang akan disajikan. Outline menunjukkan urutan berbagai topik, kepentingan relatif dari masing-masing, dan hubungan antara berbagai bagian.
Berikut adalah contoh kasus, dan Kerangka Karangan yang di sertai Sistematik Penulisannya.
 Sampah Organik dan Anorganik
Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:
1. Rumah tangga
 2. kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.
 3. fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas
 4. fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
 5. Industri
 6. hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.

Sampah pada pada umumnya dapat di bagi menjadi dua bagian:
a. Sampah Organik
 sampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll.
 b. Sampah Anorganik
 Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol, tas plsti. Dan botol kaleng, Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.
B. Dampak Sampah bagi Manusia dan lingkungan
 Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.
 1. Dampak bagi kesehatan
 Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
 Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
 Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
 Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
 2. Dampak Terhadap Lingkungan
 Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.
 3. Dampak terhadap keadaan social dan ekonomi
 Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).
 Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.
C. Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
 Sampah adalah Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia diantaranya adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
 Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
 Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk. Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba kita bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah kita? Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk dinkota kita masing-masing!) Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar. Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
D. Usaha Pengendalian Sampah
 Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru. Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan.
 Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Pada kenyataannya, lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. Dalam hal ini, penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai.
 Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator.
 Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat, dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa ( fly ash dan bottom ash ) dibandingkan dengan volume sampah semula.
 Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx, NOx, SOx, partikulat, dioksin, furan, dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan. Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya kanker, sistem kekebalan, reproduksi, dan masalah pertumbuhan. Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran.
 Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas, maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.
E. Peran Pemerintah dalam Menangani Sampah
 Dari perkembangan kehidupan masyarakat dapat disimpulkan bahwa penanganan masalah sampah tidak dapat semata-mata ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemerintah Kabupaten/Kota). Pada tingkat perkembangan kehidupan masyarakat dewasa ini memerlukan pergeseran pendekatan ke pendekatan sumber dan perubahan paradigma yang pada gilirannya memerlukan adanya campur tangan dari Pemerintah. Pengelolaan sampah meliputi kegiatan pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pemanfaatan, pengangkutan, pengolahan. Berangkat dari pengertian pengelolaan sampah dapat disimpulkan adanya dua aspek, yaitu penetapan kebijakan (beleid, policy) pengelolaan sampah, dan pelaksanaan pengelolaan sampah.
 Kebijakan pengelolaan sampah harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat karena mempunyai cakupan nasional. Kebijakan pengelolaan sampah ini meliputi :
a) Penetapan instrumen kebijakan:
 i. instrumen regulasi: penetapan aturan kebijakan (beleidregels), undang-
 undang dan hukum yang jelas tentang sampah dan perusakan lingkungan
 ii. instrumen ekonomik: penetapan instrumen ekonomi untuk mengurangi
 beban penanganan akhir sampah (sistem insentif dan disinsentif) dan
 pemberlakuan pajak bagi perusahaan yang menghasilkan sampah, serta
 melakukan uji dampak lingkungan
 b) Mendorong pengembangan upaya mengurangi (reduce), memakai kembali (re-
 use), dan mendaur-ulang (recycling) sampah, dan mengganti (replace);
 c) Pengembangan produk dan kemasan ramah lingkungan;
 d) Pengembangan teknologi, standar dan prosedur penanganan sampah:
 e) Penetapan kriteria dan standar minimal penentuan lokasi penanganan
 akhir sampah;
 f) penetapan lokasi pengolahan akhir sampah;
 g) luas minimal lahan untuk lokasi pengolahan akhir sampah;
 h) penetapan lahan penyangga.
F. Kompos, Alternatif Problem Sampah
Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Pengomposan dapat mengendalikan bahaya pencemaran yang mungkin terjadi dan menghasilkan keuntungan. Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa bahan tambahan.
 Pengomposan merupakan penguraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologis dalam temperatur thermophilic (suhu tinggi) dengan hasil akhir berupa bahan yang cukup bagus untuk diaplikasikan ke tanah. Pengomposan dapat dilakukan secara bersih dan tanpa menghasilkan kegaduhan di dalam maupun di luar ruangan.
 Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa bahan tambahan. Bahan tambahan yang biasa digunakan Activator Kompos seperti Green Phoskko Organic Decomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism)atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost). Keunggulan dari proses pengomposan antara lain teknologinya yang sederhana, biaya penanganan yang relatif rendah, serta dapat menangani sampah dalam jumlah yang banyak (tergantung luasan lahan).
 Pengomposan secara aerobik paling banyak digunakan, karena mudah dan murah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganisme di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. Sedangkan pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.
 Hasil akhir dari pengomposan ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan tanah-tanah pertanian di Indonesia, sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah, sehingga produksi tanaman menjadi lebih tinggi. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, menggemburkan kembali tanah pertanian, menggemburkan kembali tanah petamanan, sebagai bahan penutup sampah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan, dan sebagai media tanaman, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.
 Bahan baku pengomposan adalah semua material organik yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian.


Tema : Sampah
Tujuan : Mengetahui manfaat sampah organik dan anorganik
Judul : Sampah Organik Dan Anorganik
1.      Pengertian
1.1  Pengertian Sampah
1.2  Jenis Sampah
1.2.1        Sampah Organik
1.2.2        Sampah Anorganik
2.      Dampak Sampah Bagi Manusia Dan Lingkungan
2.1  Dampak Bagi Kesehatan
2.2  Dampak Terhadap Lingkungan
2.3  Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi
3.      Bahaya Sampah Plastik
3.1  Bahaya Sampah Plastik Bagi Kesehatan
3.2  Bahaya Sampah Plastik Terhadap Lingkungan
4.      Usaha Pengendalian Sampah
4.1  Peran Pemerintah Dalam pengendalian sampah
4.2  Peran Masyarakat dalam Pengendalian Sampah
5.      Kebijakan pengelolaan Sampah
5.1  Penetapan Instrumen Kebijakan
5.1.1        Instrumen Regulasi
5.1.2        Instrumen Ekonomik
5.2  Mendorong Pengembangan
5.2.1        Mengurangi (reduce)
5.2.2        Memakai kembali (reduse)
5.2.3        Mendaur ulang (recycling)
5.2.4        Mengganti (replace)
5.3  Pengembangan produk dan kemasan ramah lingkungan
5.4  Pengembangan teknologi, standar dan prosedur penanganan sampah
5.5  Penetapan kriteria dan standar minimal penentuan lokasi penanganan
akhir sampah
5.6  penetapan lokasi pengolahan akhir sampah
5.7   luas minimal lahan untuk lokasi pengolahan akhir sampah
            5.8  penetapan lahan penyangga.


Sumber : http://gundaroke.blogspot.com/2013/11/tugas4-contoh-kasus-kerangka-karangan.html

Rabu, 26 Maret 2014

BAHASA INDONESIA 2 : BERPIKIR DAN BERNALAR


DENGAN BAHASA MANUSIA BERPIKIR DAN BERNALAR

PENDAHULUAN

Alat komunikasi yang paling ampuh adalah bahasa. Dengan bahasa manusia sebagai mahluk sosial dapat berhubungan satu sama lain secara efektif. Dengan bahasa kita menyatakan perasaan, pendapat, bahkan dengan bahasa kita berpikir dan bernalar. Tanpa bahasa manusia tidak dapat berkomunikasi antar sesamanya, dan juga tidak akan dapat mengeluarkan ekspresinya dan pendapatnya. Manusia dan bahasa sudah menjadi satu ke satuan yang tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan ini, manusia sangat membutuhkan bahasa. Oleh sebab itu, agar komunikasi berjalan dengan lancar, tidak menimbulkan salah paham, kita perlu terampil berbahasa baik lisan maupun tulis. Komunikasi dikatakan berhasil apabila pesan atau apa yang disampaikan pembicara dapat dipahami atau diterima dengan baik oleh penyimak sesuai dengan maksud pembicara tersebut, artinya tidak menyimpang dari yang disampaikan .


ISI

Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini, bahasa adalah sebuah sistem tanda. Tanda adalah hal atau benda yang mewakili sesuatu, atau hal yang menimbulkan reaksi yang sama bila orang menanggapi (melihat, mendengar dan sebainya) apa yang diwakilinya itu. Setiap bagian dari bahasa tentulah mawakili sesuatu. Tegasnya bahasa itu bermakna, artinnya bahasa itu berkaitan dengan segala aspek kehidupan dan alam sekitar masyarakat yang memakainya”. Semua orang padai berbahasa, pandai bagaimana mengeluarkan pendapatnya melalui berbahasa, tapi belum tahu bagaimana cara berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan apa yang hendak disampaikan. Oleh karena itu keterampilan berbahasa juga erat kaitannya dengan proses berpikir yang mendasari bahasa itu sendiri. Bahasa seseorang biasanya mencerminkan pikiran seseorang, kita bisa melihat bagaimana seseorang berpikir dengan baik dan bernalar dari bahasa yang digunakan. Kita bisa melihat jika semakin cerah dan jelas pikiran seseorang dari situ bisa dilihat semakin trampil seseorang berbahasa. Melihat hal seperti ini dapat disimpulkan bahwa melatih keterapilan berbahasa bearti melatih keterampilan berpikir.

Masih banyak individu-individu yang belum memahami arti sebuah bahasa dan penggunaan bahasa itu sendiri, misalnya banyak orang tersinggung, marah, bahkan secara langsung menunjukan emosi, karena bahasa tadi yang kita gunakan tidak seperti apa yang lawan bicara kita pikirkan, mungkin kita telah menyinggung prasaannya atau orang tersebut tidak biasa mendengar bahasa-bahasa yang kita gunakan. Dalam pergaulan kita sehari-hari, penggunaan bahasa itu sangat penti di jaga dan kita juga harus membiasakan diri untuk bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar, karena dengan bahasa kita manusia berpikir dan bernalar, itu yang sangat penting yang perlu dipikirkan oleh kita sebagai mahluk social.

Mulai sekarang mari kita ubah paradikma lama kita bagaimana kita gunakan bahasa yang baik, karena dari bahasa tadi orang lain bisa melihat bagaiman kita berpikir. Terutama penggunaan bahasa Indonesia, jangan sampai dikalahkan oleh bahasa pergaulan sehari-hari yang beraneka ragam.

Sebagai contoh, kita bisa melihat kepada orang-orang yang sukses dalam berbica di depan orang banyak (public speaking) nya yang memukau, luar biasa sekali dan bisa menghipnotis audiensnya, Bung Karno, mantan Presiden pertama RI Soekarno, siapa yang tidak mengetahui sejarah beliau. Yang menarik dari dirinya adalah ketika di membawakan pidatonya, semua orang menjadi terpana dan terdiam bagaikan di ancam dengan pisau tajam. Itu karena bahasa yang digunakan Bung Karno bisa “menghipnotis” semua orang yang mendengarkan pidatonya tersebut.

Di panggung Internasional, siapa yang tida mengenal Barak Obama Presiden Amerika Serikat sekarang ini, bagaimana Obama membawa harapan baru bagi Negara Adikuasa tersebut, satu diantara yang menyebabkan Obama sukses menjadi Presiden muda AS yaitu bagaimana Obama berbicara di depan seluruh rakyat AS waktu itu dengan Public Spekingnya yang luar biasa dan dengan bahasa yang beliau gunakan untuk meyakini dan memcerminkan pola pikir dan kecerdasan emosionalnya, seluruh rakyat menjadi yakin dan percaya bahwa Obama bisa memimpin Negara Adikuasa tersebut.

PENUTUP

Suatu kecerdasar emosional (IQ) dan juga bahasa yang kita gunakan sangat menjadi penentu dan kunci kesuksena dalam berkomunikasi, berbicara di depan banyak orang. Bahasa juga menunjuka Bangsa. Melalui bahasa yang digunakan seseorang dalam berbicara, berkomunikasi kita bisa melit tingkat kecerdasan emosional (IQ) orang tersebut dan cara orang tersebut berpikir dan bernalar.

source:http://bahasa.kompasiana.com/2013/08/05/dengan-bahasa-manusia-berpikir-dan-bernalar--581775.html

Kamis, 12 Desember 2013

Tugas Soft Skill Perilaku Konsumen

SEGMENTASI PASAR



Segmentasi Pasar dapat didefinisikan sebagai proses membagi potensi pasar menjadi bagian-bagian dari konsumen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dijadikan sasaran bauran pemasaran yang berbeda .Tiga fase dalam Strategi Pemasaran adalah Segmentasi Pasar ,Target Pasar dan Pemilihan Bauran Pemasaran ,dan Kedudukan Produk/Merk.
STUDI SEGMENTASI
·         Didesain untuk menemukan kebutuhan dan keinginan konsumen yang spesifik untuk membuat produk yang terspesialisasi untuk memuaskan kebutuhan spesifik tersebut .
·         Didesain untuk membantu reposisi sebuah produk
·         Digunakan untuk mengidentifikasi media yang paling sesuai untuk periklanan .
DASAR-DASAR SEGMENTASI
1.      Segmentasi Geografis
2.      Segmentasi Demografis
3.      Segmentasi Psikologis
4.      Segmentasi Psikografis
5.      Segmentasi Sosial-Budaya
6.      Segmentasi Terkait Pemakaian
7.      Segmentasi Situasi Pemakaian
8.      Segmentasi Manfaat
9.      Segmentasi Gabungan
KATEGORI SEGMENTASI PASAR DAN VARIABEL YANG DIPILIH
DASAR SEGMENTASI
VARIABEL SEGMENTASI YANG DIPILIH
Segmentasi Geografis
Daerah
Barat Daya ,Pegunungan ,Alaska ,Hawai
Ukuran Kota
Kawasan Metropolitan besar ,Kota Kecil ,Kota Besar
Kepadatan Daerah
Kota ,Pinggir Kota ,Kota lama ,Pedesaan
Iklim
Sedang ,Panas ,Lembab ,Berhujan
Segmentasi Demografis
Umur
Dibawah 11 ,12-17 ,18-34 ,35-49 ,50-64 ,65-74 ,75-99 ,100+
Jenis Kelamin
Pria ,Wanita
Status Perkawinan
Lajang ,Kawin ,Cerai ,Hidup Bersama ,Janda/Duda
Pendapatan
Dibawah $25000 ,$25000-$34999 ,$35000-$49999 ,$50000-$74999 ,$75000-$99999 ,$100000 and over
Pendidikan
Pernah Sekolah Menengah ,Lulus Sekolah Menengah ,Pernah Kuliah ,Sarjana,Paska sarjana
Pekerjaan
Profesional ,Pekerja Kerah biru ,Pekerja Kerah putih ,Pertanian ,Militer
Segmentasi Psikologis
Motivasi Kebutuhan
Tempat Berlindung ,Keselamatan ,Keamanan ,Kasih Sayang ,Rasa Harga Diri
Kepribadian
Terbuka ,Pencari Hal Baru ,Agresif ,Kurang Dogmatis
Persepsi
Resiko Rendah ,Resio Sedang ,Resiko Tinggi
Keterlibatan dalam Belajar
Sedikit Terlibat ,Banyak Terlibat
Sikap
Sikap Positif ,Sikap Negatif
Segmentasi Psikografis
Segmentasi (Gaya Hidup)
Suka Berhemat ,Penggemar Acara TV ,Penggemar Alam Terbuka ,Pencari Status
Segmentasi Sosial-Budaya
Budaya
Orang Amerika ,Orang Cina ,Orang Itali ,Orang Prancis ,Orang Pakistan
Agama
Katolik ,Protestan ,Yahudi ,Muslim ,lainnya
Subbudaya (Ras/etnis)
Afrika-Amerika ,Kaukasia ,Asia ,Spanyol
Kelas Sosial
Rendah ,Menengah ,Atas
Siklus Hidup Keluarga
Lajang ,Nikah Muda ,Keluarga dengan anak-anak masih kecil ,Keluarga yang ditinggalkan anak-anak karena sudah berumah tangga
Segmentasi Terkait Pemakaian
Tingkat Pemakaian
Pemakai Berat ,Pemakai Sedang ,Pemakai Ringan ,bukan Pemakai
Keadaan Kesadaran
Tidak Sadar ,Sadar ,Tertarik ,Antusias
Kesetiaan pada Merk
Tidak Ada ,Beberapa ,Banyak
Segmentasi Situasi Pemakaian
Waktu
Senggang ,kerja ,Terburu-buru ,Pgi ,Malam
Tujuan
Pribadi ,Pemberian ,Makanan Kecil ,Kesenangan ,Pencapaian
Lokasi
Rumah ,Tempat Kerja ,Rumah Teman ,Toko
Orang
Diri Sendiri ,Anggota Keluarga ,Teman ,Atasan ,Teman Sekerja
Segmentasi Manfaat
Kenyamanan ,Penerimaan Masyarakat ,Tahan Lama ,Ekonomis ,Nilai untuk Jumlah Uang Tertentu
Segmentasi Gabungan
Demografis/Psikografis
Kombinasi dari Profil Demografis dan Psikografis dari berbagai Profil Segmen Konsumen
Geodemografis
"Money and Brains" ,"Black Entrepise" ,"Old Yankee Rows" ,"Downtown Dixie-Style".
SRI VALS™
Pelaksana ,Penyelesai ,penganut ,Pencapai ,pekerja Kersa ,Orang yang Mengalami ,Pembuat ,Pejuang
SEGMENTASI GEOGRAFIS :
            Pembagian total potensi pasar menjadi sub grup yang lebih kecil berdasarkan variabel geografis (Daerah ,Negara atau Kota) . pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dibalik strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama mempunyai kebutuhan dan keinginan yang serupa,dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain.
SEGMENTASI DEMOGRAFIS :
     Karakteristik Segmentasi Demografis :
            Seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan, penghasilan, pekerjaan dan pendidikan, paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar. Demografi merujuk ke statistik populasi yang amat penting dan dapat diukur.demoagrafis membantu menemukan pasar target atau pasar sasaran. Sedangkan karakteristik psikologis dan sosial-budaya membantu menjelaskan bagaimana para anggotanya berfikir dan bagaimana mereka merasa. Informasi demografis merupakan cara paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali pasar target.
·         Umur :
            Kebutuhan dan minat terhadap produk bervariasi sesuai dengan usia para konsumen. Misalnya, para orang dewasa dari berbagai usia menjadi anggota berbagai klub kesehatan terutama untuk “memperbaiki atau memelihara kesehatan mereka”, ada beberapa motivasi menarik lainnya yang membedakan segmen usia dewasa menjadi anggota klub kesehatan. Khususnya, kelihatan bahwa orang dewasa yang muda (orang yang berumur 18-34) menjadi anggota klub kesehatan sebagian karena mereka ingin “ kelihatan gagah atau cantik”, mereka yang berumur antara 35 dan 54 tahun menjadi anggota untuk “mengatasi stres”, dan mereka yang berumur 55 tahun keatas enjadi anggota untuk  “terapi pengobatan fisik” karena perbedaan motivasi-umur yang demikian, para pemasar telah melihat umur sebagai variabel demografis yang sangat berguna dalam melakukan segmentasi pasar.
·         Jenis Kelamin
            Jenis kelamin sering sekali merupakan variabel segmentasi yang tampak mata. Wanita secara tradisional telah menjadi penggunautama berbagai produk seperti pewarna rambut dan kosmetik, dan pria telah menjadi pengguna utama alat-alat dan perlengkapan cukur. Tetapi peran jenis kelamin kabur dan bukan lagi merupakan cara yang akurat untuk membedakan konsumen pada beberapa akategori produk.
·         Status Perkawinan
            Secara tradisional, keluarga telah menjadi fokus kebanyakn usaha pemasaran, dan bagi kebanyakan produk serta jasa, rumah tangga menerus merupakan unit pengkonsumsi yang relevan. Para pemasar memberikan perhatian pada jumlah dan macam rumah tangga yang membeli dan atau memiliki berbagai produk tertentu. Mereka juga tertarik untuk menentukan profil demografis dan media dari pengambil keputusan rumah tangga (orang yang benar-benar terlibat dalam pemilihan produk) guna menetapkan strategi pemasaran yang tepat.
·         Pendapatan ,Pendidikan dan Pekerjaan
            Pendapatan, pendidikan dan pekerjaan cenderung mempunyai korelasi yang erat dan nyaris merupakan hubungan sebab-akibat. Pekerjaan tinggakt tinggi yang menghasilkan pendapatan yang tinggi biasanya membutuhkan pelatihan pendidikan lanjutan. Orang-orang yang mempunyai pendidikan yang agak rendah jarang memenuhi syarat untuk pekerjaan tingkat tinggi.
SEGMENTASI PSIKOLOGIS :
          Karaketristik Psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, sikap.
SEGMENTASI PSIKOGRAFIS :
          Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan(activities), minat(interests), dan pendapat(opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Sebagai cara untuk menyusun profil psikografis konsumen, riset AIO mencari tanggapan konsumen terhadap sejumlah besar pernyataan yang mengukur kegiatan (bagaimana konsumen atau keluarga menggunakan waktu, misalnya bekerja, berlibur, mendaki gunumg), minat (pilihan dan prioritas konsumen atau keluarga, misalnya, rumah, mode, makanan), dan pendapat (bagaimana konsumen memandang berbagai macam kejadian dan persoalan politik, persoalan sosial, keadaan pendidikan, masa depan). Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motiv membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan niali-nilai konsumen.
SEGMENTASI SOSIAL-BUDAYA :
          Berbagai variabel sosiologis(kelompok) dan antropologis(budaya) yaitu variabel sosial budaya yang menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmenasi pasar.
·         Siklus Kehidupan Keluarga
            Segmentasi siklus kehidupan keluargaberdasarkan pada pemikiran bahwakebanyakan keluarga melalui tahap-tahap yang sama dalam pembentukan, perkembangan dan perpisahan akhir mereka. Pada setiap tahap, unit keluarga membutuhkan berbagai produk dan jasa yang berbeda.
·         Kelas Sosial
            Kelas sosial(status relative dalam masyarakat) dapat digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar, dan biasanya diukur dengan beberapa indeks variabel demografis yang tertinggal, seperti pendidikan, pekerjaan dan pendapatan.
·         Budaya, Subbudaya, dan Lintas Budaya
            Beberapa pemasar merasa ada manfaatnya membagi pasar domestik dan pasar internasional atas dasar warisan budaya, karena para anggota budaya yang sama cenderung sama-sama memakai nilai-nilai, kepercayaan dan adat yang sama.
SEGMENTASI TERKAIT PEMAKAIAN  :
          Bentuk segmentasi ini sangat populer dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merk. Sperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tinggat kesetiaan terhadap merk.
·         Tingkat pemakaian
Berat vs Ringan
·         Keadaan kesadaran
Sadar vs tidak sadar
·         Kesetiaan terhadap merk
Setia pada merk vs beralih merk
SEGMENTASI SITUASI PEMAKAIAN :
          Para pemasar mengakui bahwa kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen. Untuk alasan ini, mereka terkadang memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi.
SEGMENTASI MANFAAT :
          Para eksekutive pemasaran dan perikanan terus menerus berusaha mengenali salah satu manfaat terpenting produk dan jasa mereka yang akaan sangat berarti bagai para konsumen. Berbagai contoh manfaat yang pada umumnya digunakan mencakup jaminan keuangan(mat life), kenyamanan, kesehatan yang baik, luwes dan pantas, dan pereda sakit punggung. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merk ke dalam golongan produk yang sama.
SEGMENTASI GABUNGAN :
          Pemasar umumnya membagi pasar dengan menggabungkan beberapa variabel segmentasi,bukannya menyandarkan diri pada dasar segmentasi tunggal.Sub-bab ini mempelajari tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) yang memberi para pemasar berupa segmen konsumen yang lebih banyak dan terdefinisikan secara lebih akurat yang dapat berasal dari penggunaan variable segmentasi tunggal.Pendekatan ini mencakup profil psikografis-demografis,geodemografis,dan VALS 2.
·         Profil psikografis-demografis
                      Profil psikografis dan demografis merupkan pendekatan yang saling melengkapi    yang akan memberi hasil maksimal jika digunakan bersama.dengan mengkombinasikan            pengetahuan yang diperoleh dari studi demografis maupun psikografis, para pemasar         dilengkapi dengan informasi yang sangat baik mengenai pasar targetnya.     
·         Segmentasi geodemografis
            Jenis skema segmentasi gabungan ini  didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup dan kebiasaan konsumsi yang sama.
·         Sistem nilai dan gaya hidup menurut SRI Consulting (VALS)
            Diambil dari Hirarki Kebutuhan Maslow dan konsep karakteristik sosial, pada akhir tahun 1970-an para peniliti di SRI Consulting telah mengembangkan skema umum segmentasi populasi Amerika yang dikenal sebagi sistem nilai dan gaya hidup ( value and lifestyle sytem, disebut VALS). Sistem aslinya sebenarnya aslinya dirancang untuk menjelaskan dinamika perubahan sosial, tetapi sistem tersebut segera diambil sebagai alat pemasaran.
KRITERIA UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR SECARA EFEKTIF :
Tantangan berikutnya bagi para pemasar adalah memilih satu segmen atau lebih untuk dibidik dengan bauran pemasaran yang sesuai. Untuk menjadi target yang efektif, segmen pasar tertentu haruslah (1) dapat diidentifikasikan (2) mencukupi (dari sudut ukuran) (3) stabil atau bertumbuh, dan (4) dapat dimasuki (dapat dijangkau) dari sudut media maupun biaya.
·         Pengidentifikasian
            Untuk membagi pasar ke dalam berbagai segmen yang terpisah atas dasar serangkaian kebutuhan bersama atau umum atau berbagai karakteristik yang berkaitan dengan produk dan jasa, pemasar harus sanggup mengidentifikasikan karakteristik yang berkaitan ini.
·         Kecukupan
            Agar segmen pasar tertentu dapat menjadi target yang berharga, ia harus terdiri dari orang yang cukup jumlahnya sehingga dapat menjamin penyesuaian produk atau kampanye promosi tertentu terhadap kebutuhan atau minat yang khusus.
·         Stabilitas
            Kebanyakan pemasar lebih suka membidik segmen konsumen yang relativ stabil faktor-faktor demografis dan psikologisnya dan juga kebutuhan serta kemungkinannyauntuk terus bertumbuh semakin luas seiring dengan waktu.
·         Kemudahan dijangkau
            Syarat keempat untuk menentukan target yang efektif adalah mudah dijangkau, yang berarti bahwa para pemasar harus dapat menjangkau berbagai segmen pasar yang ingin mereka bidik dengan cara yang ekonomis.
KESIMPULAN
              Segmentasi pasar dan keragaman merupakan konsep komplementer. Segmentasi didefinisikan sebagai proses membagi pasar potensial kedalam berbagai irisan konsumen berbeda yang mempunyai kebutuhan atau karakteristik umum dan memilih satu segmen atau lebih yang ditargetkan dengan bauran pemasaran yang dirancang secara khusus. Karena strategi segmentasi menguntungkan pemasar maupun konsumen, maka strategi ini telah memperoleh dukungan yang luas dari kedua belah pihak di pasar.
              Sembilan golongan utama karakteristik berlaku sebgai dasar-dasar yang paling umum untuk segmentasi pasar. Hal ini meliputi berbagai faktor geografis, demografis, psikologis, berbagai karakteristik psikografis, berbagai variabel sosial-budaya, karakteristik yang berhubungan dengan pemakaian, berbagai faktor situasi pemakaian, pencarian manfaat, dan bentuk-bentuk segmentasi gabungan. Kriteria yang penting untuk membagi pasar mencakup pengenalan, kecukupan, stabilitas, dan kemudahan akses. Segera setelah organisasi mengenali pasar target yang menjanjikan, perusahaan harus memtutuskan apakah akan menargetkan beberapa segmen (pemasaran yang dibedakan-differentiated marketing). Kemudian ia mengembangkan strategi pengaturan posisi bagi setiap segmen yang ditargetkan.